Arsip Kategori: Berita Euro 2016

Del Bosque Beri Peluang Bagi Torres Ke Piala Eropa

Fernando Torres terlihat sangat panas akhir-akhir ini dengan Atletico Madrid. Pelatih timnas Spanyol yakni Vicente del Bosque mengungkapkan bahwa hal tersebut membuatnya membuka peluang utuk memasukkan namanya dalam timnas menuju Piala Eropa 2016 mendatang.

Fernando Torres bermain dengan impresif di sepanjang tahun 2016 ini. Dalam 10 laganya dalam Liga Spanyol, dia berhasil menciptakan tujuh gol dan dua assist untuk Atletico Madrid. Bahkan sepanjang empat partai terakhir, pemain berusia 32 tahun tersebut membuahkan empat gol dan dua assist.

Padahal, dalam awal musim Torres tampak kesulitan mendapatkan kemampuan terbaiknya. Dalam 16 laga yang dikuti, dia hanya mampu membuat dua gol dan dua assist. Dalam waktu tersebut, dia juga hanya tampil dalam satu kali pertandingan penuh.

Saat ini, sepertinya kemampuan baiknya kembali lagi dan semakin tajam. Hal ini membuahkan hal positif baginya, Torres diharapkan dapat memperkuat lini di timnas Spanyol di Piala Eropa 2016. Del Bosque juga memaparkan bahwa peluang tersebut terbuka lebar untuknya.

” Kami tidak akan menutup kemungkinan Fernando Torres yang masuk dalam timnas Spanyol, akan tetapi kami ingin memilih para pemain yang terbaik. Kecuali, pemain tersebut tidak ingin masuk dalam timnas karena kemauannya sendiri. Semua orang memiliki peluang untuk dipanggil, ” kata Vicente del Bosque.

” Kami sedang memilih starter yang paling baik dan kemudian Tuhan akan menentukan apakah mereka yang kami pilih layak masuk dan bermain dalam Piala Eropa 2016 nanti. Kami memanggil mereka yang paling baik dan menjadi wakil kami dengan hal yang baik, baik di gawang atau pada semua posisi lain, ” ungkap Vicente del Bosque.

Pietro Anastasi, Pencetak Gol Termuda Partai Final Euro

Catatan perjalanan Piala Eropa memang menarik untuk dikulik. Termasuk membicarakan rekor Pietro Anastasi, pesepakbola dunia ini merupakan pemain termuda yang berhasil mencetak gol pada final Euro 1968. Hingga saat ini, rekor tersebut tidak ada yang dapat memecahkan.

Pietro Anastasi merupakan penyerang legendaris Juventus yang menjadi bintang di Piala Eropa edisi ketiga yang diselenggarakan di negaranya, Italia. Rekor Pietro Anastasi ini dia torehkan ketika masih berusia 20 tahun dan masuk dalam skuat Gli Azzurri ketika dia masih memperkuat tim asal Serie B Varese.

Pemilihannya untuk masuk dalam skuad Timnas Italia saat itu pernah menjadi perbincangan karena statusnya yang masih pemain muda dan hanya berlaga untuk Serie B. Di babak laga semifinal, Anastasi hanya berada di bangku cadangan saat timnas Italia berhasil atas Rusia lewat pelemparan koin. Pada babak final pertama, Anastasi bahkan tidak masuk dalam skuad oleh pelatih Ferruccio Valcareggi ketika Italia imbang dengan Yugoslavia dengan skor 1-1.

Akan tetapi, kesempatan didapat Anastasi saat partai ulangan final Euro 1968 yang dilaksanakan tiga hari setelahnya. Pada partai final yang dilakukan di Stadio Olimpico, Anastasi menjadi starter bekerja sama dengan striker senior Luigi Riva. Lewat kinerjanya, Anastasi membuktikan bahwa apa yang dilakukan pelatih Valcareggi tidak salah.

Dia berhasil menekan keberhasilan Italia di menit 31 lewat golnya ke gawang Illija Pantelic. Ketika melakukan sepakan, Anastasi merupakan satu-satunya pemain termuda yang berhasil menciptakan gol di partai final di mana pada saat itu dia masih berusia 20 tahun dan menjadi rekor yang abadi hingga jelang Piala Eropa 2016 menjelang.

Berkat rekor Pietro Anastasi di final Euro 1968, hingga turnamen Piala Eropa usai, Anastasi banjir tawaran untuk pindah ke Juventus. Selama delapan tahun dia menghabiskan karirnya di kota Turin dengan membukukan total 189 gol bagi si Nyonya Tua. Sungguh prestasi yang hebat!

Ini Kiper Terbaik Sepanjang Masa Timnas Republik Ceko

Nama Petr Cech selalu dikenal sebagai salah satu sosok kiper terbaik dunia. Semenjak masuk dalam Chelsea dari Rennes di tahun 2004 lalu, Cech merupakan salah satu ikon penjaga gawang sampai saat ini, dimana dia sudah banyak memperoleh banyak trofi untuk domestik sampai trofi Internasional seperti Liga Champions.

Petr Cech yang berasal dari Ceko ini juga aktif dalam memperkuat Timnas Republik Ceko sejak tahun 2002. Akan tetapi, prestasi di level klub tidak sama dengan level Timnas. Hal yang terbaik yang dia dapatkan bersama timnas adalah berlaga sampai babak perempat final Piala Eropa 2012 di Polandia dan Ukraina yang lalu. Selain Cech ternyata ada pemain senior di timnas yang mempunyai prestasi yang hebat, Petr Kouba.

Petr Kouba merupakan salah satu kiper terbaik dunia yang populer di Republik Ceko. Namanya terkenal sejak membela klub Ceko, Sparta Praha di tahun 1991-1996. Dengan Sparta Praha, Koubasecara mengejutkan sukses membawa negaranya dengan prestasi besar di dunia dalam ajang Piala Eropa 1996.

Sejak berpisah dari Cekoslovakia di tahun 1992, Republik Ceko langsung terkenal lewat sepakbolanya. Mereka tampil mengesankan di babak knockout Euro 1996 setelah finish di posisi kedua Grup C, di bawah Jerman yang waku itu menjadi juara grup. Pada babak ini, mereka mengalahkan Portugal dengan skor 1-0.

Kouba menjadi pahlawan dala laga ini setelah berhasil menghalau setiap peluang yang dilakukan penyerang top Portugal seperti Rui Costa. Kejayaan Kouba semakin terlihat pada laga semifinal saat ia menangkis tendangan penalti Reynald Pedros sekaligus membawa Ceko ke partai final Euro 1996 kontra Jerman. Pada babak final, Kouba kurang beruntung ketika Oliver Bierhoff menciptakan golden goal pada 5 menit babak tambahan.

Sampai saat ini, prestasi Petr Kouba dan Timnas Republik Ceko dalam Piala Eropa 1996 belum dapat dikalahkan oleh para penerusnya, termasuk Petr Cech. Kini, salah satu kiper terbaik dunia ini menjadi asisten pelatih Timnas U-20 dan U-21.

Kapten Liverpool Ini Terancam Absen Jelang Euro 2016

Kapten Liverpool yakni Jordan Henderson yang tengah bersiap menghadapi laga dalam timnas Inggris ke Euro 2016 dipastikan akan absen selama sisa musim ini. Berita tersebut membuat manajer Inggris, Roy Hodgson sedang dalam dilema besar setelah memasukkan sang pemain Liver itu di starting XI-nya untuk laga kontra Rusia pada tanggal 11 Juni nanti.

Jordan Henderson Jumat kemarin menjalani scan di Rumah sakit Spire, setelah cedera lutut selama laga imbang 1-1 kontra Borussia Dortmund. Diagnosa menampilkan bahwa ia mengalami kerusakan ligamen kolateral lateral. Henderson harus menggunakan kruk dan lutut kirinya dengan penyangga (brace).

Walau, cedera tidak membutuhkan operasi, tapi Henderson tidak diperbolehkan ikut berlaga selama sisa musim ini hingga jelang final Liga Europa pada 18 Mei mendatang. Cederanya membutuhkan sekitar enam hingga delapan minggu untuk sembuh.

Di sisi lain, Hodgson akan merilis skuad timnas Inggris tanggal 12 Mei nanti, namun dengan cedera ini, keragu-raguan menyertakan pemain yang mengalami cedera membuatnya semakin dilema. Jika Henderson tidak sembuh sebelum Euro 2016, pemain Manchester City, Fabian Delph akan mengganti perannya. Delph kini dalam keadaan fit setelah pulih dari cedera Achilles. Pemain 26 tahun itu, menjadi bintang dengan keahlian mendominasi permainan lapangan dan pas menggantikan Henderson.

Jordan Henderson setidaknya bisa berlega hati melihat kenyataan bahwa rekan satu timnya, Adam Lallana yang juga mengalami cedera serupa tidak lama setelah memperkuat Liverpool di bulan Juli 2014 lalu sudah dapat bergabung dengan timnya lagi. Christian Benteke juga akan absen karena cedera LCL, namun dia memiliki peluang besar untuk bugar kembali tepat waktu jelang Euro 2016 nanti.

Mengintip Sederhananya Markas Latihan Inggris Di Euro

Timnas Inggris saat ini menjadi salah satu timnas yang digadang-gadang akan menjadi salah satu kandidat juara di Piala Eropa 2016 musim panas mendatang. Namun, tahukah kalian lokasi tempat berlatih timnas selama mengikuti turnamen sepakbola Eropa nanti? Beberapa media di Inggris menyorotnya, bukan tanpa alasan, pasalnya tempat latihan timnas Inggris ini terlihat jauh dari kata layak.

Tempat latihan timnas Inggris terlihat seperti taman bermain daripada lapangan untuk latihan suatu timnas dunia. The Three Lions berlatih di lapangan yang bernama Stade des Bourgognes yang berada sekitar 30 mil di luar Paris, Ibukota Prancis. Stadion tersebut ternyata dipakai oleh klub amatir Liga Prancis, Union Sportive de Chantily sebagai tempat berlatih. Union Sportive de Chantily merupakan klub yang berada enam liga di bawah Paris Saint Germain (PSG) yang tampil di Ligue 1 Prancis.

Tempat Latihan Timnas Inggris

Agar terlihat layak untuk digunakan timnas, Football Association (FA) Inggris akhirnya menyiapkan dana besar untuk melakukan perbaikan pada Stade des Bourgognes. Bahkan, Federasi sepakbola Inggris tersebut sudah mengirim spesialis stadion dan rumput supaya menjadikan tempat latihan tersebut setidaknya mirip dengan stadion Wembley.

Menurut juru bicara FA, jarak dengan hotel menjadi hal yang dipertimbangkan kenapa mereka memilih stadion tersebut menjadi tempat latihan timnas Inggris. Hal ini sudah dipastikan mereka, Roy Hodgson selaku manajer dan staf pelatih sudah menyiapkan fasilitas pelatihan US Chantilly sebagai venue latihan tim jelang Piala Eropa 2016 mendatang.

Akan tetapi melihat kondisi tempat berlatih yang tidak begitu baik, membuat mereka harus melakukan perbaikan di beberapa bagian. Khususnya untuk bagian permukaan lapangan. Demi memenuhi standar, Federasi Inggris juga sudah memperkerjakan spesialis stadion ke Stade des Bourgognes yang merupakan ahli stadion yang ikut merancang Stadion Wembley dan lapangan latihan Inggris, St George. FA juga menyiapkan beberapa fasilitas stadion seperti alat pemanas. Ini semua demi kenyamanan timnas jelang Piala Eropa 2016.

Nasib Wilshere Di Piala Eropa 2016 Kembali Dipertanyakan

Pelatih Timnas Inggris yakni Roy Hodgson, kabarnya akan tetap mempertahankan gelandang Arsenal, Jack Wilshere, untuk tetap masuk dalam timnas jelang ajang Piala Eropa 2016 musim panas nanti. Padahal, kita tahu sendiri, gelandang tersebut beberapa waktu lalu sempat ikut dalam perkelahian di sebuah kelab malam.

Beberapa media mengatakan bahwa Jack Wilshere tengah bersama beberapa rekannya dalam sebuah kelab malam. Entah kenapa, mereka terlibat dalam insiden adu pukul dengan sekelompok pria di Coventry Street, London, pada Minggu (3/4/2016) dini hari waktu setempat.

Salah satu saksi yang ada disana mengatakan bahwa melihat Wilshere dan dia tengah dalam keadaan mabuk parah. Karena kelakuannya tersebut, gelandang yang saat ini tengah menjalani proses pengobatan karena cedera fibula tersebut harus berada di kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Wilshere sendiri sudah bertemu dengan sang pelatih Arsenal, yakni Arsene Wenger, pada Minggu (4/3/2016) sebagai cara untuk memberikan keterangan lengkap mengenai perihal kejadian tersebut. Sang pemain kemungkinan akan dikenai denda sebesar 120 ribu poundsterling atau sekitar Rp 2,2 miliar karena melanggar protokol The Gunners.

Walau demikian, Roy Hodgson disebut-sebut tetap akan mempertahankannya ke putaran final Piala Eropa 2016 yang diselenggarakan di Prancis, pada tanggal 10 Juni sampai 10 Juli nanti. Sang pelatih timnas Inggris ini memaparkan bahwa dia memilih pemain dari faktor kesehatan dan permainan, bukan dari kelakuan saat berada di luar lapangan.

Ini bukan kali pertama Jack Wilshere dihukum karena aksi yang cukup brutal di luar lapangan. Dia pernah terlihat sedang menghisap rokok saat berada di kolam renang pada buan Juli 2014. Setelahnya, Wilshere juga pernah memosting sebuah foto di Instagramnya saat tengah memegang pipa shisha. Wah!

Kekuatan Tak Terduga Tim Muda Belanda Kontra Inggris

Pelatih timnas Belanda yakni Danny Blind mengungkapkan bahwa timnya sudah sukses membuat tekanan permainan bagi tuan rumah timnas Inggris dalam kemenangan dengan skor 2-1 di Wembley pada 30 Maret 2016 yang lalu sebagai rangkaian laga persahabatan jelang Piala Eropa 2016 nanti.

Dalam pertandingan tersebut, tuan rumah sempat diprediksi akan berhasil meraih kemenangan sama seperti hasil yang mengesankan saat mereka berhasil dengan skor 3-2 saat berhadapan dengan timnas Jerman. Timnas Belanda sendiri tidak pernah diunggulkan karena banyaknya pemain mereka yang mengalami cedera jelang laga persahabatan Piala Eropa 2016 kemarin.

Pertandingan ini berlangsung sengit dengan tempo yang cepat. Tuan rumah bermain dengan agresif lewat permainan Vardy dan Strurridge. Kedua tim ini saling menyerang dan menciptakan peluang yang baik di lapangan. Walau keduanya tidak begitu memaksimalkan kondisi masing-masing tim lawan.

Sempat tertinggal satu gol lewat serangan tepat Jamie Vardy, Belanda akhirnya memacu permainan dan berhasil melaju setelah menciptakan dua gol balasan melalui serangan penalti Vincent Janssen dan gol dari Luciano Narsingh. Mereka pun membangun pertahanan yang berhasil menekan laju Inggris.

Danny Blind mengatakan bahwa Inggris mungkin dipandang lebih unggul dan akan menjadi pemenang, namun Belanda tetap memberikan perlawanan yang serius walau ini merupakan laga ujicoba jelang Piala Eropa 2016 musim panas nanti.

” Walau kami harus kehilangan banyak pemain karena cedera dan bermain dengan tim yang sangat muda. Saya sangat menyadari ini merupakan pertandingan yang sulit berhadapan dengan tim yang lebih bagus. Akan tetapi, kami tidak membiarkan begitu saja kesempatan yang ada di lapangan, ” paparnya.

Hingga peluit dibunyikan wasit sebagai tanda laga usai, skor tetap bertahan 2-1 yang menandakan kemenangan untuk tim tamu yakni timnas Belanda atas timnas Inggris. Sungguh hal yang tak terduga!