Arsip Tag: Zinedine Zidane

Ini Keterangan Resmi Zidane Mengenai Ronaldo Dan Benzema

Cristiano Ronaldo sama sekali tidak dapat diturunkan pada saat pertandingan melawan Manchester City. Sementara Karim Benzema dapat bermain, walau kemudian diganti. Hal tersebut banyak membuat berbagai pihak bertanya-tanya dengan kondisi kedua anak asuh Zinedine Zidane itu.

Saat daftar starting XI Real Madrid dirilis, nama Cristiano Ronaldo memang tidak ada dalam daftarnya. Bintang sepakbola dunia dari Portugal tersebut juga tidak masuk dalam daftar pemain cadangan. Ini semakin memastikan jika dia tidak akan ikut dalam bagian pada pertandingan semifinal Liga Champions di Stadion Etihad, Rabu (27/4) dini hari WIB, tersebut.

Ronaldo hanya terlihat duduk di tribun yang berada di belakang bangku cadangan Real Madrid. Ia juga hanya memakai jaket training. Dia menyaksikan laga tersebut sebagai penonton sepanjang 90 menit. Zidane akhirnya memberikan keterangan resminya, dengan mengatakan bahwa sebenarnya keduanya dapat bermain dengan baik, akan tetapi, pada saat sesi latihan kedua jelang pertandingan ini, Ronaldo merasakan masalah cedera. Ini membuat pihak klub memutuskan untuk mencoret namanya.

” Itulah ¬†alasannya kenapa dia tidak ikut bermain bersama kami. Saya tidak ingin semakin menajadikan keadaannya parah. ” papar Zinedine Zidane. Sementara, Karim Benzema hanya dapat bermain 45 menit, dia akhirnya digantikan oleh Jese di awal babak kedua. Penyerang dari Prancis tersebut mengalami cedera pada laga kontra Rayo Vallecano dan terlihat belum bugar secara menyeluruh.

” Keadaan Karim sedikit berbeda. Namun, seiring berjalannya pertandingan, dia mengalami kesulitan. Tidak mau mengambil resiko, kami memutuskan untuk mengeluarkannya dari lapangan. Baik Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo sangat penting bagi Real Madrid. Saya harap, keduanya dapat berlaga di putaran kedua nanti, akan tetapi kami harus melihat kondisi mereka dulu. ” papar Zinedine Zidane lagi.

Zidane Tidak Puas Permainan Lapangan Madrid

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane sudah yakin bahwa timnya akan berhasil menghentikan langkah dari Las Palmas. Akan tetapi, Zidane merasa tidak puas dengan permainan dan penampilan Madrid, utamanya pada babak kedua.

Laga yang berlangsung di Gran Canaria, Senin (14/3/2016) dinihari WIB, Real Madrid hanya dapat menang tipis dengan skor 2-1. Pertandingan usai dengan hanya 10 pemain El Real setelah Sergio Ramos menerima kartu kuning kedua jelang laga akan usai.

Walau berhasil, namun secara statistik menampilkan bahwa Madrid tidak menguasai pertandingan. Las Palmas sendiri tercatat mendominasi lapangan. Los Blancos hanya memiliki 48 persen dengan peluang sekitar 12 percobaan, sementara Palmas dapat membuat 15 peluang.

Pada babak kedua, Madrid terlihat tertekan dengan gempuran Palmas yang sudah berhasil membuat 11 peluang. Namun, Los Merengues hanya dapat membuat tiga percobaan, sampai akhirnya sukses mendapatkan gol kemenangan melalui sundulan Casemiro, satu menit sebelum waktu normal laga usai.

Zidane mengatakan bahwa laga ini berjalan tidak sesuai apa yang dia harapkan. Walau menang dari dua set piece, namun Madrid tidak terlihat tampil maksimal. Menurutnya Palmas tampil sangat mengesankan, ini malah menjadikan Ronaldo cs seperti dalam masalah dan tidak memiliki kans dalam mengatur bola.

” Saya semakin cemas melihat penampilan kami pada babak kedua. Gol memang merupakan bagian yang paling penting, namun performa di babak ini sedikit mengganggu saya. Kami sangat banyak kehilangan bola. Kalau kami ingin bertarung dalam laga-laga berikutnya. Kami harus jauh lebih baik daripada penampilan ini. ” papar Zinedine Zidane.

Saat ini, keberhasilan laga Real Madrid dari Las Palmas tetap membuat mereka berada di peringkat ketiga dengan perolehan 63 poin dari hasil 29 laga yang diikuti, selisih empat angka dari Atletico Madrid dan 12 poin dari lawan abadinya yakni Barcelona yang saat ini masih berada di posisi pertama klasemen.

Zinedine Zidane Mata-Matai Markas Juventus

Zinedine Zidane Mata-Matai Markas Juventus

Ziedine Zidane kepergok tengah berada di markas latihan Juventus yang berada di luar kota Turin. Apakah maksud kedatangan Zidane itu untuk memata-matai calon lawan Real Madrid di semifinal Liga Champions nanti? Tunggu dulu, jangan buru-buru berburuk sangka. Maksud kedatangan Zidane markas Juve adalah dalam rangka program kursus kepelatihan di bawah kepengawasan Federasi Sepakbola Prancis. Ia pun tak datang sendiri kesana, melainkan bersama rombongan lainnya seperti Claude Makele, Willy Sagnol, Bernard Diomede, dan Eric Roy.

Tentu hal ini bukan menjadi hal yang baru bagi Zidane. Sebelum pelatih Real Madrid Castilla tersebut pergi berkunjung ke markas Bayern Munchen untuk kursus kepelatihan dengan Pep Guardiola.

Zidane sendiri bukan merupakan sosok asing ataupun musuh bagi Juventus. Seperti yang kita ketahui, latar belakang kehidupan sepakbola Zidane tak bisa dipisahkan dari Juventus. Juve lah yang membesarkan nama Zidane hingga seperti sekarang ini. Ia pernah melewati masa-masa manis bersama Juventus.

Rencananya Zidane akan berada di Turin selama tiga hari untuk program kursus kepelatihannya itu. Disana ia bisa melihat para pemain Juventus berlatih. Dan bisa saja Zidane akan mencatat metode dan strategi apa yang dipakai Juventus untuk kemudian memberikan sedikit masukan kepada Carlo Ancelotti menjelang laga semifinal Liga Champions antara Real Madrid vs Juventus pekan depan.

Pertarungan kedua tim ini akan menjadi partai yang sangat seru. Baik Zidane maupun Ancelotti bukanlah sosok yang asing bagi kubu Juventus. Keduanya sama-sama pernah bekerja untuk Juventus. Partai tersebut akan menjadi ajang reuni Ancelotti mantan tim yang pernah ia besut.

Real Madrid sendiri akan menjalani laga tandang dengan kekuatan penuh. Kabarnya dua pemain yang didera cedera, Gareth Bale dan Benzema sudah bisa main dalam laga tersebut. Hanya sisa Luka Modric saja yang masih diragukan bisa tampil, karena harus beristirahat selama enam pekan. Sedangkan di kubu Juve, tim yang berjuluk si nyonya tua tentu tak ingin dipermalukan di hadapan pendukungnya sendiri. Juve akan tampil habis-habisan dalam laga tersebut. Apalagi semifinal ini merupakan momen yang istimewa bagi Juve karena sudah 12 tahun lamanya mereka tak bermain di partai semifinal Liga Champions.